Pages

My Blog List

Search

Text Widget

Blockquote

Unordered List

Recent Post

Diberdayakan oleh Blogger.

Share It

Followers

Followers

Recent Posts

andrian hery

makalah perkembangan komputer dan evolusi

Rabu, 17 Oktober 2012



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Sejak dahulu kala, proses pengolahan data telah dilakukan oleh manusia. Manusia juga menemukan alat-alat mekanik dan elektronik untuk membantu manusia dalam penghitungan dan pengolahan data supaya bisa mendapatkan hasil lebih cepat. Komputer yang kita temui saat ini adalah suatu evolusi panjang dari penemuan-penemuan manusia sejah dahulu kala berupa alat mekanik maupun elektronik.
Saat ini komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan. Komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar perhitungan matematik biasa.
Sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari diantaranya adalah sistem komputer di kassa supermarket yang mampu membaca kode barang belanjaan, sentral telepon yang menangani jutaan panggilan dan komunikasi, jaringankomputerdan internet yang mennghubungkan berbagai tempat di dunia. Bagaimanapun juga alat pengolah data dari sejak jaman purba sampai saat ini kita bias golongkan menjadi empat golongan sebagai berikut :
  1. Peralatan manual
yaitu peralatan pengolahan data yang sangat sederhana, dan faktor terpenting dalam pemakaian alat adalah menggunakan tenaga tangan manusia
  1. Peralatan Mekanik
yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang digerakkan dengan tangan secara manual Peralatan Mekanik Elektronik
  1. Peralatan mekanik yang digerakkan secara otomatis oleh motor elektronik
  2. Peralatan Elektronik
Peralatan yang bekerjanya secara elektronik penuh.Tulisan ini akan memberikan gambaran tentang sejarah komputer dari masa kemasa, terutama alat pengolah data.
1.2  Tujuan
·      Dengan adanya sejarah singkat perkembangan komputer dan TI di Indonesia kita bisa mengetahui dari mana asal mula perkembangan dan kita bisa paham betul bagaimana komputer  bisa merangkak ke semua pelosok dunia.Khususnya di Indonesia.
·      Sehingga kita tidak ketinggalan zaman di era komputerisasi.
·      Untuk pembalajaran dan pengembangan dimasa mendatang.


1.3  Manfaat
o   Menumbuhkan kesadaran manusia.
o   Menambah informasi di dunia komputer
o   Menumbuhkan kreativitas, untuk berpikir ke masa yang akan datang.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Perkembangan Komputer di Indonesia
Komputer masuk ke Indonesia pada awalnya digunakan oleh militer, perbankan, perusahaan minyak, badan sensus dan institusi pemerintah seperti Badan Meteorologi dan Geofisika. Baru kemudian ke perguruan tinggi negeri tertentu. Perkembangan komputer di Indonesia secara luas, diawali dengan demikian pula yang dipelajari di lingkungan universitas secara massal. Lebih banyak minat para mahasiswa dan mengajar ke bidang aplikasi komputer personal daripada komputer jenis yang lebih besar.

Hal ini bisa terlihat dari sebagian besar lembaga pendidikan komputer di Indonesia menggunakan materi-materi yang dijalankan pada mesin komputer personal, dimulai dari  Apple dan kompatibelnya, dan kini IBM PC dan kompatibelnya. Mesin seperti S/36, SUN, SGI, DEC dan lainya masihlah jauh dari jangkauan para mahasiswa dan pengajar kebanyakan. Sehingga perkembangan dunia komputer mainframe atau klas mini ke atas dan pengetahuannya relatif hanya di kalangan terbatas tersebut.

Keberadaan PAU (Pusat Antar Universitas) bidang komputer belum begitu efektif untuk menyebarkan pengetahuan mengenai pemanfaatan dan perkembangan dunia komputer di kalangan perguruan tinggi (PT) lainnya terutama perguruan tinggi swasta (PTS).

Hal ini menjadi suatu ironi (atau bahkan tragedi) bila mengingat jumlah mahasiswa PTS lebih banyak dan merupakan mayoritas tenaga kerja teknologi informasi di Indonesia. Sebagai ilustrasi hanya untuk Jakarta, jumlah mahasiswa jurusan teknik informatika (TI) Universitas Indonesia hanyalah tidak lebih dari 100 orang mahasiswa baru per tahun, sedangkan jumlah mahasiswa PTS untuk kajian yang sama sekitar 4000 orang (perkiraan ini dilakukan secara kasar, dengan mempertimbangkan adanya sekitar 20 PTS di Jakarta yang memiliki bidang studi komputer). Sehingga pengetahuan akan teknologi komputer klas mainframe, dan mini ke atas termasuk sistem operasi UNIX, masihlah sebagai suatu pengetahuan yang bersifat elite, dan dikuasai oleh sekelompok kecil lulusan bidang komputer. Memang kalau kita lihat sepintas selalu ini merupakan nilai lebih bagi kelompok tersebut, tetapi kalau kita lihat secara keseluruhan hal ini patut disayangkan. Terutama menghadapi era globalisasi tenaga kerja dalam persaingan ini, kita menghadapi tenaga kerja TI dari India dan Filipina yang rata-rata memiliki dasar pengetahuan komputer klas mini dan mainframe serta pengetahuan UNIX yang sangat mendukung.
Dalam perkembangannya di Indonesia, UNIX lebih dikenal sebagai sistem operasi yang mahal. Hal ini disebabkan kelangkaan atau tidak tersedianya program aplikasi dan bahkan sistem operasi yang merupakan varian dari UNIX. Walaupun ada varian UNIX yang bebas yaitu MINIX (yang diperoleh bersama dengan buku Operating System karangan Andrew Tannenbaum) sistem ini membutuhkan perangkat keras yang benar-benar 100% kompatible dengan IBM PC. Hal ini sangat sulit sekali diterapkan di Indonesia, karena sebagian besar perangkat keras yang digunakan adalah IBM PC kompatibel dengan BIOS yang tersendiri. Kurang digunakannya UNIX di lingungan Perguran Tinggi (PT), bukan karena tidak adanya keinginan dari pihak penyelenggara PT lainnya, tetapi karena mahalnya peralatan yang digunakan untuk mendukung mempelajari materi tersebut. Hanyalah PTS-PTS yang memiliki cukup dana, mampu membekali mahasiswanya dengan pengetahuan seperti itu. Sebagai contoh hanya PTS-PTS seperti Universitas Gunadarma, Binanusantara, Tarumanegara, Trisakti yang mampu membeli produk Unix dan aplikasinya seperti SCO-UNIX, DG-UX, dan sekelasnya. Berbeda dengan PTN yang memperoleh peralatan dari bantuan pemerintah ataupun perusahaan. Sehingga memungkinkan memperkenalkan teknologi UNIX ini ke kalangan mahasiswanya
Kebiasaan bekerja di lingkungan MSDOS/Windows pun memberikan dampak negatif dalam pola pikir pengembangan solusi mandiri. Hal ini disebabkan keterbiasaan dalam lingkungan DOS/Windows yang kurang menunjang atau membentuk kerangka berfikir pembuatan perangkat lunak atau tool sendiri. Hal ini sebetulnya berlawanan dengan "trend" pada saat ini yang cenderung menggunakan pendekatan 'user centered". Artinya program dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan kultur kerja pengguna. Jadi seharusnya dengan makin merebaknya trend ini, para pengembang perangkat lunak di Indonesia harus memiliki semangat lebih tinggi dalam membuat solusinya, dan tidak terjebak hanya sebagai pemilih solusi jadi atau sekedar agen penjual saja. Hal ini berbeda dengan kebiasan bekerja di dalam lingkungan UNIX, yang memiliki konsep "tools make tools". Para mahasiswa akan cenderung terdorong untuk membuat program atau "tool" yang sesuai dengan kebutuhannya sendiri. Dan diharapkan akan menciptakan inovasi-inovasi teknologi infomrasi yang sesuai dengan kebutuhan user setempat.

2.2 Bencana Krisis Moneter Dan Kebutuhan Teknologi Informasi
Krisis moneter jelas memberikan dampak pada penentuan arah kebijakan pengembangan teknologi informasi, baik di sisi penggunaan maupun pendidikan. Dengan merosotnya kemampuan dukungan finansial bagi sebagian besar institusi termasuk institusi pendidikan, maka kemampuan pembelian perangkat keras dan lunak baru menjadi semakin menurun. Di samping itu, melihat adanya kecenderungan penggunaan perangkat lunak "sistem operasi baru" yang membutuhkan perangkat keras yang lebih besar, walau untuk memberikan kemampuan yang sama atau hanya untuk keindahan tampilan belaka.

Terjadi situasi paradoxial, di satu sisi kita menginginkan adanya sistem informasi yang mencukupi untuk meningkatkan kondisi ekonomi. Misal kebutuhan akan mail server, web server, sistem pemrosesan dokumen yang bisa menekan biaya operasional, pada saat ini sangat krusial. Tetapi di sisi lain, kebutuhan itu bila diatasi dengan menggunakan solusi berbasiskan perangkat lunak yang populer, akan membutuhkan tambahan biaya untuk perangkat keras dan lunak yang tidak sedikit. Sehingga perlu difikirkan, perangkat lunak alternatif manakah yang mampu memberikan solusi dengan perangkat keras yang telah ada dan sebisa mungkin dengan biaya sesedikit mungkin. Bukan hanya sekedar mengejar mode atau popularitas suatu program belaka. Sebab yang ingin dicapai adalah fungsi dari sistem tersebut harus terwujud.

Kebutuhan pengembangan teknologi informasi sendiri sudah tak dapat dihindari lagi, sedangkan perkembangan teknologi informasi membutuhkan biaya yang makin tinggi. Hal ini menjadikan kita harus lebih bijaksana dalam memilih teknologi yang digunakan. Sebagai contoh perangkat lunak sistem operasi yang dikeluarkan baru-baru ini meminta penggunaan memori RAM 32 MB, dan prosessor Pentium hanya untuk sebuah komputer yang berfungsi sebagai client. Optimasi penggunaan perangkat keras pada sistem operasi yang "berlabel baru" ini tampaknya agak diabaikan. Sudah barang tentu ini mendorong kepada pembelian perangkat keras yang jumlahnya sangat signifikant, terutama bagi institusi yang menggunakan banyak perangkat keras. Kebutuhan akan perangkat keras yang lebih besar ini memang disebabkan karena tendensi harga perangkat keras yang cenderung menurun, di pasaran Internasional. Akan tetapi mengingat kondisi perekonomian pada saat ini yang sulit, setiap pembelian perangkat keras haruslah difikirkan sebaik mungkin.

 Di sinilah kini dituntut kedalaman pemikiran dan pertimbangan dalam menentukan perangkat keras. Tidak saja hanya karena mengikuti mode, tetapi harus benar-benar kepada pertimbangan fungsi yang ditawarkan. Sehingga akan mendorong kepada penggunaan perangkat keras yang optimal. Sedapat mungkin pemilihan perangkat lunak dan keras harus mempertimbangkan biaya dan fungsi yang dihasilkan. Setiap perangkat keras yang telah dimiliki haruslah dimanfaatkan semaksimal mungkin dengan menggunakan perangkat lunak yang tepat. Jangan sampai hanya karena mengejar model dan keindahan tampilah, harus melakukan penambahan memori atau penggantian prosessor. Sedangkan fungsi yang diberikan dan usabilitas yang ada masih dipertanyakan.

Dengan memilih perangkat lunak, dan tidak membuang-buang biaya untuk perangkat lunak dan perangkat keras, dunia teknologi informasi dapat berkontribusi dalam menyelamatkan perekonomian Indonesia. Penyediaan informasi dengan peralatan berbiaya rendah akan sangat menolong sekali dalam menggairahkan perekonomian. Pembelian perangkat keras dan perangkat lunak yang kurang bijaksana hanyalah tindakan membuang-buang devisa belaka.

Juga perlu difikirkan investasi pelatihan yang harus dilakukan. Dengan pemilihan perangkat lunak yang selalu membutuhkan investasi pelatihan setiap 1 tahun sekali, atau membutuhkan pelatihan untuk setiap produk baru keluar adalah tidak bijaksana. Akan lebih baik bila dilakukan investasi pelatihan kepada jenis perangkat lunak yang memberikan dasar pengetahuan (basic knowledge) yang baik dan memberikan kemampuan dan attitude bagi para pengguna untuk mampu mengadaptasi kepada perkembangan teknologi informasi yang ada dengan cepat.

2.3 Linux Sebagai Penggerak Trend Baru Opensource
Tak dapat dipungkiri gerakan yang dimulai oleh GNU (Gnu is Not UNIX) dengan Open Source makin memperoleh momentum dengan makin merebaknya pengguna LINUX ini. LINUX sendiri adalah sistem operasi ala UNIX yang dibuat oleh Linus Torvald. Tak ada seorang atau satu perusahaan pun yang memiliki lisensi dari sistem operasi ini. Dengan kata lain sistem operasi ini bersifat freeware atau lebih tepatnya disebut Open Source, karena seluruh source code dari sistem operasi ini tersedia bagi para pengguna (Reymond, 1998) (Kelly, 1998).

Di pertengahan tahun 1998 ini, mulai merebak suatu trend baru dalam perkembangan dunia industri komputer di dunia. Trend ini dikenal dengan nama Open Source. Trend baru mulai dilontarkan di UNIFORUM 1998, dan banyak didukung perusahaan besar seperti Netscape Gerakan Open Source ini makin mendapat sambutan baik dari kalangan akademik maupun industri. Perusahaan browser besar Netscape juga melepas source codenya untuk platform LINUX (Searls, 1998) (Phillips, 1998). Pada tahun-tahun ini pula banyak perusahana besar telah secara jujur mengakui dukungannya kepada LINUX misal Oracle, Informix, SUN dan juga IBM. Beberapa perusahaan telah memanfaatkan LINUX ini untuk operasi sehari-harinya misal CISCO. Melihat kemampuan LINUX yang tak bisa dipandang sebelah mata banyak perusahaan sudah menerapkan LINUX sebagai solusi murah yang handal.
Nama LINUX sendiri diturunkan dari pencipta awalnya, LINUS TORVALDS, yang sebetulnya mengacu pada kernel dari suatu sistem operasi, suatu penamaan yang biasa digunakan untuk mengacu ke pada suatu kumpulan lengkap software, yang bersama-sama dengan kernel menyusun suatu sistem operasi yang lengkap. Lingkungan sistem operasi ini termasuk :
o   Ratusan program termasuk, kompiler, interpreter, editor dan utilitas
o   Perangkat bantu yang mendukung konektifitas, Ethernet, SLIP dan PPP, dan interoperabilitas.
o   Produk perangkat lunak yang handal, termasuk versi pengembangan terakhir
o   Kelompok pengembang yang tersebar di seluruh dunia yang telah bekerja dan menjadikan LINUX portabel ke suatu platform baru, begitu juga mendukung komunitas pengguna yang beragam kebutuhan dan lokasinya dan juga bertindak sebagai team pengembang sendiri.

Satu hal yang membedakan LINUX terhadap sistem operasi lainnya adalah, harga. LINUX ini GRATIS. Berarti dapat diperbanyak, dan didistribusikan kembali tanpa harus membayar fee atau royalti kepada seseorang. Tetapi banyak isue lainya dengan bersifat free, selain dari pertimbangan harga. Source code LINUX tersedia bagi setiap orang. Perkembangan LINUX menunjukkan pentingnya perananan kebebasan ini. Hal ini telah menghasilkan suatu tingkat keterlibatan yang menakjubkan dari ribuan atau bahkan ratusan ribu orang di seluruh dunia.

Kebebasan ini telah memungkinkan para vendor perangkat keras membuat driver untuk divais tertentu tanpa harus mendapatkan lisensi source code yang mahal, atau menandatangani non disclosure agreement. Dan itu juga telah menyediakan kemungkinan bagi mahasiswa ilmu komputer di seluruh dunia untuk melihat ke dalam suatu sistem operasi yang nyata dan berkualitas komersial.

Karena LINUX itu tersedia secara bebas di Internet, berbagai vendor telah membuat suatu paket distribusi, yang dapat dianggap sebagai berbagai versi kemasan LINUX. paket ini termasuk lingkungan LINUX lengkap, perangkat lunak untuk instalasi, dan mungkin termasuk perangkat lunak khusus, dan dukungan khusus. Distribusi ini misalnya Redhat, Caldera, Debian, SUSE dan lain-lainnya.

Yang paling penting adalah fakta bahwa LINUX memiliki akar perkembangannya dari Internet. Jadi LINUX dikembangkan oleh beragam kelompok orang. Keragaman ini termasuk tingkat pengetahuan dan pengalaman serta geografis. Agar kelompok ini dapat berkomunikasi dengan cara cepat dan efisien, Internet menjadi pilihan alat bantu. Begitu juga dengan pilihannya pada LINUX, ini menjadikan beragam perangkat bantu untuk mengakses Internet, telah tersedia pada LINUX sejak awal perkembangannya.

Karena kernel (bagian utama dari sistem operasi) LINUX dikembangkan dengan usaha yang independent, banyak aplikasi yang berasal dari perangkat lunak terbaik yang tersedia. Sebagai contoh, C Compiler mengunakan gcc dari Free Software Foundation GNU's Project. Compiler ini banyak digunakan pada lingkungan Hewlett-Packaard dan Sun.

LINUX juga menyediakan program aplikasi untuk keperluan kantor agar dapat menjalankan bisnis. Misal untuk spreadsheet, word processor, database dan program editor grafis yang tersedia untuk LINUX. Beberepa aplikasi seperti Aplixware, Corel, dan Empress memberikan kemampuan serupa. LINUX populer digunakan di lingkungan pemerintahan (khususnya di USA) dan industri. Pada banyak kasus pilihan terutama disebabkan pertimbangan harga. Tetapi kemudian dibuktikan bahwa ini merupakan pilihan yang tepat berdasarkan aspek yang lainnya pula.

LINUX telah menunjukkan penetrasinya di bidang yang lainnya pula yaitu web server dan merupakan sistem operasi pilihan di lingkungan universitas. Juga bagi para pengguna yang menginginkan mempelajari UNIX untuk perkembangan karirnya. Sehingga LINUX banyak digunakan untuk perangkat bantu pelatihan. LINUX juga populer dalam penggunanaan sistem embedded dan aplikasi turnkey (siap pakai) termasuk firewall Interwall, router, Point of Sale (POS). Juga ada beberapa penerbit yang menggunakan LINUX pada sistem Raster Image Processor (RIP).

Secara singkat kemampuan utama dari LINUX adalah (ini selalu bertambah dalam jangkauan minimal tiap bulan)
o   Memenuhui kompatibilitas dengan POSIX, System V, dan BSD di level source.
o   Dengan menggunakan module iBCS2, menjadi kompatibel di level binary dengan SC O, SVR3, SVR4.
o   Seluruh source code tersedia ini sangat memudahkan sekali bagi para pengguna yang ingin mempelajari seluruh sistem, ataupun bila para pengguna ingin memeriksa secara mendetail. Bila perlu pengguna pun bisa melakukan kompilasi ulang seluruh program untuk meyakinkan akan tiadanya celah sekuriti.
o   Multitasking (beberapa program berjalan sekaligus)
o   Multiuser (beberapa pengguna menggunakan mesin yang sama, tanpa perlu membayar user license)
o   Mutliplatform (tidat terbatas pada satu jenis CPU, ada versi Intel, Alpha, RISC, dan bermacam-macam port)
o   Mutliprocessor, termasuk Symetrical Multi Processor (hingga 16 processor pada satu mesin) atau kluster sistem (menggunakan banyak processor yang terhubung dengan network sebagai satu sistem)
o   Berjalan pada modus terproteksi dari i386
o   Melakukan proteksi memori antara proses, sehingga tak ada satu program yang dapat menyebabkan seluruh sistem crash
o   Demand load executable, dalam arti LINUX hanya akan membaca bagian program dari disk yang benar-benar dibutuhkan
o   Shared copy on write among executable, ini berarti prosess multiple dapat menggunakan memory bersama-sama. Ini memberikan dua keuntungan : menaikkan kecepatan, dan mengurangi penggunaan memori
o   Memori virtual menggunakan paging, bukannya menswap seluruh process.
o   Unified memory pool, sehingga memori dapat digunakan untuk program pengguna dan cache.
o   Dynamic Linked shared library (DLL) dan static library
o   Menyediakan "core dump:" sehingga dapat melakukan analisis bila suatu program crash.
o   Pseudoterminal
o   Mengemulasikan math-co-processor
o   Mendukung beragam jenis keyboard.
o   Mendukung konsol virtual.
o   Mendukung beragam jenis file, MINIX, XENIX, X, dan juga RAID.
o   Akses secara transparant ke partisi MS-DOS, OS/2, dapat membaca High Performance File System (HPFS) dari OS/2, dapat membaca partisi MacIntosh, CDROM
o   TCP/IP networkng, termasuk aplikasi standard Internet, baik client maupun server
o   Mendukung beragam protocol dan dapat berfungsi sebagai file atau printer server bagi beragam protocol misal Netware, Appletalk, Lan Manager (SMB)
o   Mendukung beragam protocol baik yang baru maupun lama, TCP. IPv4, IPv6, AX.25, X.25, IPX, DDP (Appletalk), NetBEUI, Netrom, dan lainnya.
o   Beragam Graphical User Interface. User memiliki pilihan untuk menggunakan sekitar lebih dari 10 jenis sistem user interface.

2.4 Inovasi Produk Lokal Teknologi Informasi
Salah satu argumentasi yang sering dilontarkan mengenai keberatan para user dengan penggunaan LINUX adalah ketidakbiasan dan kekurangnyamanan user interface yang digunakan. Hal ini sebenarnya beranjak dari mitos salah mengenai UNIX. Unix sering dikonotasikan dengan sistem operasi yang hanya memiliki command line user interface dan dengan perintah-perintah yang sulit. Sehingga para user (terutama di Indonesia, bahkan juga para akademisi) banyak yang berpendapat bahwa tidak adanya Graphical User Interface di lingkungan LINUX, dan hanya di lingkungan Microsoft, atau Apple-lah yang tersedia Graphical User Interface modern ini. Kenyataan yang ada bahkan sebaliknya, teknologi graphical user interface di LINUX jauh lebih maju daripada yang digunakan di umum, bahkan pada saat ini telah tersedia lebih dari 10 jenis Graphical User Interface. Bahkan tidak terlepas kemungkinan membuat Graphical User Interface untuk keperluan sendiri.

Daripada berargumentasi mana yang lebih sesuai dengan user, kenapa tidak kita buat aplikasi yang benar-benar sesuai dengan user (user centered approach). Dengan LINUX hal tersebut dimungkinkan. Sehingga besar sekali kemungkinan inovasi para pengembang perangkat lunak lokal untuk membuat aplikasi yang memiliki user interface atau "feel and look" yang sesuai dengan pengguna di Indonesia. Bukankah ini malah merupakan kesempatan yang baik. Keterbukaan user interface di LINUX serta sistem yang terbuka memberi peluang yang besar untuk ini. Hal ini sangat cocok sekali untuk lingkungan pendidikan dan terutama di Indonesia. Ini akan membuka peluang-peluang inovasi bagi tenaga Teknologi Informasi lokal.

2.5 Komputer Sebagai Alat Hitung Tradisional Dan Kalkulator Mekanik
Abacus, yang muncul sekitar 5000 tahun yang lalu di Asia kecil dan masih digunakan di beberapa tempat hingga saat ini, dapat dianggap sebagai awal mula mesin komputasi
Alat ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan perhitungan
menggunakan biji-bijian geser yang diatur pada sebuah rak. Para pedagang di masa itu menggunakan abacus untuk menghitung transaksi perdagangan. Seiring dengan munculnya pensil dan kertas, terutama di Eropa, abacus kehilangan popularitasnya. Setelah hampir 12 abad, muncul penemuan lain dalam hal mesin komputasi. Pada tahun 1642, Blaise Pascal (1623-1662), yang pada waktu itu berumur 18 tahun, menemukan apa yang ia sebut sebagai kalkulator roda numerik (numerical wheel calculator) untuk membantu ayahnya melakukan perhitungan pajak. Kotak persegi kuningan ini yang dinamakan Pascaline, menggunakan delapan roda putar bergerigi untuk menjumlahkan bilangan hingga delapan digit. Alat ini,merupakan alat penghitung bilangan berbasis sepuluh. Kelemahan alat ini adalah hanya terbatas untuk melakukan penjumlahan
  • Tahun 1694, seorang matematikawan dan filsuf Jerman, Gottfred Wilhem von Leibniz (1646-1716) memperbaiki Pascaline dengan membuat mesin yang dapat mengalikan. Sama seperti pendahulunya, alat mekanik ini bekerja dengan menggunakan roda-roda gerigi. Dengan mempelajari catatan dan gambar- gambar yang dibuat oleh Pascal, Leibniz dapat menyempurnakan alatnya. Barulah pada tahun 1820, kalkulator mekanik mulai populer. Charles Xavier Thomas de Colmar menemukan mesin yang dapat melakukan empat fungsi aritmatik dasar. Kalkulator mekanik Colmar, arithometer, mempresentasikan pendekatan yang lebih praktis dalam kalkulasi karena alat tersebut dapat melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, danpembagian. Dengan kemampuannya, arithometer banyak dipergunakan hingga masa Perang Dunia I. Bersama-sama dengan Pascal dan Leibniz, Colmar membantu membangun era komputasi mekanikal. Awal mula komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seoarng profesor matematika Inggris, Charles Babbage (1791-1871).
  • Tahun 1812, Babbage memperhatikan kesesuaian alam antara mesin mekanik dan matematika:mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulangkali tanpa kesalahan; sedang matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah-langkah tertenu. Masalah tersebut kemudain berkembang hingga menempatkan mesin mekanik sebagai alat untuk menjawab kebutuhan mekanik. Usaha Babbage yang pertama untuk menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822 ketika ia mengusulkan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensial
Mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial. Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis. Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun, Babbage tiba-tiba terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang pertama, yang disebut Analytical Engine.
Asisten Babbage, Augusta Ada King (1815-1842) memiliki peran penting dalam pembuatan mesin ini. Ia membantu merevisi rencana, mencari pendanaan dari pemerintah Inggris, dan mengkomunikasikan spesifikasi Anlytical Engine kepada publik. Selain itu, pemahaman Augusta yang baik tentang mesin ini memungkinkannya membuat instruksi untuk dimasukkan ke dlam mesin dan juga membuatnya menjadi programmer wanita yang pertama.
  • Pada tahun 1980, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamakan sebuah bahasa pemrograman dengan nama ADA sebagai penghormatan kepadanya. Mesin uap Babbage, walaupun tidak pernah selesai dikerjakan, tampak sangat primitif apabila dibandingkan dengan standar masa kini. Bagaimanapun juga, alat tersebut menggambarkan elemen dasar dari sebuah komputer modern dan juga mengungkapkan sebuah konsep penting. Terdiri dari sekitar 50.000 komponen, desain dasar dari Analytical Engine menggunakan kartu-kartu perforasi (berlubang-lubang) yang berisi instruksi operasi bagi mesin tersebut. Pada 1889, Herman Hollerith (1860-1929) juga menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat. Sensus sebelumnya yang dilakukan di tahun 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan. Dengan berkembangnya populasi, Biro tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus
Hollerith menggunakan kartu perforasi untuk memasukkan data sensus yang kemudian diolah oleh alat tersebut secara mekanik. Sebuah kartu dapat menyimpan hingga 80 variabel. Dengan menggunakan alat tersebut, hasil sensus dapat diselesaikan dalam waktu enam minggu. Selain memiliki keuntungan dalam bidang kecepatan, kartu tersebut berfungsi sebagai media penyimpan data. Tingkat kesalahan perhitungan juga dapat ditekan secara drastis. Hollerith kemudian mengembangkan alat tersebut dan menjualny ke masyarakat luas. Ia mendirikan Tabulating Machine Company pada tahun 1896 yang kemudian menjadi International Business Machine (1924) setelah
mengalami beberapa kali merger. Perusahaan lain seperti Remington Rand and Burroghs juga memproduksi alat pembac kartu perforasi untuk usaha bisnis. Kartu perforasi digunakan oleh kalangan bisnis dan pemerintahan untuk permrosesan data hingga tahun 1960. Pada masa berikutnya, beberapa insinyur membuat penemuan baru lainnya. Vannevar Bush (1890- 1974) membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial di tahun 1931. Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks yang selama ini dianggap rumit oleh kalangan akademisi. Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan. Pada tahun 1903, John V. Atanasoff dan Clifford Berry mencoba membuat komputer elektrik yang menerapkan aljabar Boolean pada sirkuit elektrik.
Pendekatan ini didasarkan pada hasil kerja George Boole (1815-1864) berupa sistem biner aljabar, yang menyatakan bahwa setiap persamaan matematik dapat dinyatakan sebagai benar atau salah. Dengan mengaplikasikan kondisi benar-salah ke dalam sirkuit listrik dalam bentuk terhubung-terputus, Atanasoff dan Berry membuat komputer elektrik pertama di tahun 1940. Namun proyek mereka terhenti karena kehilangan sumber pendanaan.

KOMPUTER GENERASI PERTAMA
Dengan terjadinya Perang Dunia Kedua, negara-negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan komputer untuk mengeksploit potensi strategis yang dimiliki komputer. Hal ini meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknik komputer. Pada tahun 1941, Konrad Zuse, seorang insinyur Jerman membangun sebuah komputer, Z3, untuk mendesain pesawat terbang dan peluru kendali
Pihak sekutu juga membuat kemajuan lain dalam pengembangan
kekuatan komputer. Tahun 1943, pihak Inggris menyelesaikan komputer pemecah kode rahasia yang dinamakan Colossus untuk memecahkan kode-rahasia yang digunakan Jerman. Dampak pembuatan Colossus tidak terlalu mempengaruhi perkembangan industri komputer dikarenakan dua alasan. Pertama, colossus bukan merupakan komputer serbaguna (general-purpose computer), ia hanya didesain untuk memecahkan kode rahasia. Kedua, keberadaan mesin ini dijaga kerahasiaannya hingga satu dekade setelah perang berakhir
Usaha yang dilakukan oleh pihak Amerika pada saat itu menghasilkan suatu kemajuan lain. Howard H. Aiken (1900-1973), seorang insinyur Harvard yang bekerja dengan IBM, berhasil memproduksi kalkulator elektronik untuk US Navy. Kalkulator tersebut berukuran panjang setengah lapangan bola kaki dan memiliki rentang kabel sepanjang 500 mil. The Harvd-IBM Automatic Sequence Controlled Calculator, atau Mark I, merupakan komputer relai elektronik. Ia menggunakan sinyal elektromagnetik untuk menggerakkan komponen mekanik. Mesin tersebut beropreasi dengan lambat (ia membutuhkan 3-5 detik untuk setiap perhitungan) dan tidak fleksibel (urutan kalkulasi tidak dapat diubah). Kalkulator tersebut dapat melakukan perhitungan aritmatik dasar dan persamaan yang lebih kompleks. Perkembangan komputer lain pada masa kini adalah Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC), yang dibuat oleh kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania. Terdiri dari 18.000 tabung vakum, 70.000 resistor, dan 5 juta titik solder, computer tersebut merupakan mesin yang sangat besar yang mengkonsumsi daya sebesar 160kW
Komputer ini dirancang oleh John Presper Eckert (1919-1995) dn John W. Mauchly (1907-1980), ENIAC merupakan komputer serbaguna (general purpose computer) yang bekerja 1000 kali lebih cepat dibandingkan Mark I. Pada pertengahan 1940-an, John von Neumann (1903-1957) bergabung dengan tim University of Pennsylvania dalam usha membangun konsep desain komputer yang hingga 40 tahun mendatang masih dipakai dalam teknik komputer. Von Neumann mendesain Electronic Discrete Variable Automatic Computer(EDVAC) pada tahun 1945 dengan sebuah memori untuk menampung baik program ataupun data. Teknik ini memungkinkan komputer untuk berhenti pada suatu saat dan kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali. Kunci utama arsitektur von Neumann adalah unit pemrosesan sentral (CPU), yang memungkinkan seluruh fungsi komputer untuk dikoordinasikan melalui satu sumber tunggal. Tahun 1951, UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) yang dibuat oleh Remington Rand, menjadi komputer komersial pertama yang memanfaatkan model arsitektur von Neumann tersebut


BAB III
P E N U T U P

3.1.Kesimpulan
Berdasarkan pembahsan yang telah dipaparkan di atas, dan berdasarkan data yang dari berbgai sumber, maka dapat diambil kesimpulan, antara lain :
1.      Teknologi komputer sudah merupakan peralatan bagi kebutuhan masyarakat luas dan tidak terbatas hanya kalangan tertentu saja, tetapi sudah dimanfaatkan di berbagi bidang kehidupan, misalnya pendidikan, industri bioteknologi, militer dan kesehatan.
2.      Perkembangan teknologi informasi telah memacu cara baru dalam kehidupan dari awal sampai akhir. Hal ini dikenal dengan dengan e -life. Artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elekteronika.
Perkembangan komputer lain pada masa kini adalah Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC), yang dibuat oleh kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania. Terdiri dari 18.000 tabung vakum, 70. yang sangat besar yang mengkonsumsi daya sebesar 160kW 000 resistor, dan 5 juta titik solder, computer tersebut merupakan mesin
3.2. Saran
     Berdasarkan kesimpulan-kesimpulan yang telah dipaparkan di atas, maka
perlu mendapat saran-saran yang dapat meningkatkan kemampuan dibidang
komputer khususnya bagi pendidikan. Pendidikan diharapkan memakai program yang update. Supaya para lulusan tidak ketinggalan zaman tentang program baru. Tetapi selai itu, perlu dikelnalkan program – program yang dulu pernah ada di Indonesia. Supaya lulusan pendidikan komputer memiliki wawasan luas.
 


DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Blogger news

Most Reading